PRAKTIKUM DASAR DASAR ILMU TANAH_PENGAMBILAN SAMPEL TANAH TERGANGGU

Pengertian, Manfaat dan Langkah Langkah Pengambilan Sampel Tanah Terganggu

Tanah mempunyai sifat sangat kompleks, terdiri atas komponen padatan yang berinteraksi dengan cairan, dan udara. Komponen pembentuk tanah yang berupa padatan, cair, dan udara jarang berada dalam kondisi kesetimbangan, selalu berubah mengikuti perubahan yang terjadi di atas permukaan tanah yang dipengaruhi oleh suhu udara, angin, dan sinar matahari.Tanah yang akan kita uji berupa tanah terganggu(distrub).

Tanah terganggu merupakan tanah yang memiliki distribusi ukuran partikel sama dengan seperti di tempat asalnya, tetapi strukturnya telah cukup rusak atau hancur seluruhnya. Adapun pengertian lainnya yaitu tanah di lokasi tempat pengambilan sebagai material untuk konstruksi sebelum dipindahkan merupakan tanah yang tidak terganggu dan mempunyai struktur yang unik dan tersendiri, serta mengandung sejumlah air di dalamnya.

Pada praktikum ini kami hanya melakukan contoh pengambilan sampel tanah terganggu dan tidak melakukan pengambilan contoh tanah yang tak terganggu mungkin dikarnakan waktu yang terbatas sehingga kami tidak sempat untuk melakukan pengambilan contoh tanah yang tak terganggu. Pengambilan sampel tanah terganggu adalah metode pengambilan sampel tanah yang paling umum dalam ilmu tanah. pengambilan tanah berupa tanah terganggu digunakan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tanah dan untuk pengujian yang tidak mengharuskan tanah dalam kondisi alaminya.


Pemilihan Lokasi 

Pengambilan Sampel Tanah Terganggu ini dilakukan di kebun kopi Politeknik Negeri Jember dengan luasan 72m x 72m (Jumlah titik sampel minimum adalah 10-16 titik).


Gambar 1. tabel jumlah titik minimum pengambilan sampel tanah


 Titik Pengambilan Sampel Tanah dapat dilakukan dengan cara:

a. Diagonal

Menetapkan satu titik sebagai titik pusat pada lahan yang akan diambil contoh tanahnya. Lalu menentukan titik-titik di sekeliling sebanyak 4 titik. Jarak antara masing-masing titik kurang lebih 50 m dari titik pusat.

b. Zig Zag (W Pattern)

Pola zig zag ini biasanya direkomendasikan untuk memastikan hasil yang relatif terhadap kondisi seluruh area.

c. Acak 

Menentukan titik-titik pengambilan contoh tanah secara acak, tetapi menyebar rata di seluruh bidang tanah yang diwakili.




Gambar 2. macam-macam pengambilan pola sampel tanah


Bahan yang digunakan dalam Pengambilan Sampel Tanah:

1. Bor Tanah (auger)          

2. Pisau

3. Nampan Plastik

4.Label Kertas

5.Roll Meter

Gambar 3. bor tanah (auger)



langkah langkah pengambilan sampel tanah terganggu(distrube) menggunakan bor sebagai berikut:

1. Letakkan mata bor di permukaan tanah.



Gambar 4. pengeboran pada tanah


2. Putar pegangan bor ke kanan secara perlahan sambil menekan hingga kepala bor terbenam.

3. Keluarkan kepala bor dari tanah secara perlahan dengan memutar pegangan bor ke kiri sambil menarik,

4. Lepaskan sampel tanah yang terbawa kepala bor secara perlahan hingga bersih.

5. Ulangi pengeboran setiap 20 cm hingga mencapai kedalaman yang diinginkan. 

6. Susun sampel tanah yang didapat berdasarkan kedalaman aslinya dan ditaruh diatas nampan yang telah disediakan.



Gmbar 5. tanah yang melalui pengeboran


Teknik jar menthod dan sensory

Penilaian menggunakan indera yang dilakukan melalui tesktur pada tanah

Alat dan bahan :

1.        Toples plastik bening
2.        Air
3.        Sabun/ekonomi cair
4.        Sampel tanah
5.        Pengaduk

Teknis pelaksanaan :

a. Hancurkan atau perkecil terlebih dahulu sampel tanah dan bersihkan dari kotoran seperti bebatuan, dedaunan, dll.

b.  Masukan kedalam toples plastik bening dan diisi air hingga setengah toples
c.    Berikan 1-2 tetes sabun cair
d.     Aduk merata selama 5-10 menit
e.     Beri label dan tanggal pada toples
f.      Diamkan selama 1 minggu

DATA DAN HASIL PENGAMATAN

Hasil pengamatan menggunakan metode jar membentuk lapisan-lapisan yakni lapisan pasir, silt (debu), dan clay (liat). Lapisan-lapisan tersebut diukur menggunakan penggaris 

Pasir:14%
Debu:77%
Clay:9%

Rumus menghitung persentase lapisan :

Gambar rumus persentase

Pasir:0,5\3,5×100%=14%
Debu:2,7\3,5×100%=77%
Clay:100%–(14%+77%)
=100%–91%
=9%

Hasil dari perhitungan dan diamati dengan segitiga tekstur, sampel tanah yang diamati merupakan masuk dalam kategori silty clay 


PRKATIKUM TEKSTUR TANAH MENGGUNAKAN METODE SENSORY

Alat dan bahan :
1.        Sampel tanah
2.        Air
3.        Penggaris

Teknis pelaksanaan :

a. Sampel tanah diberi sedikit air hingga lunak dan dapat dibentuk seperti bola.

b.  Setelah sampel tanah menjadi lunak dan berbentuk bola, kemudian dipipihkan seperti pita panjang menggunakan jari-jari secara perlahan.
c. Jika sampel tanah terjatuh atau terputus, ukur sampel tanah yang terputus menggunakan penggaris dan dicatat (>2,5cm, 2,5cm dan >5cm), ulangi hingga mendapatkan 3 sampel pengukuran.
d.  Ambil sedikit sampel dan beri air hingga halus dan rasakan menggunakan tangan, sampel tanah akan terbagi menjadi 3 yaitu gritty/kasar, smooth/halus, dan lengket.

Tanah dilunakkan dan dibentuk bola


Dipipihkan hingga putus sendiri 


Setelah itu diukur setiap patahanya 


Melihat tekstur tanah






APA ITU TEKSTUR TANAH?
tekstur tanah adalah banyaknya setiap bagian tanah menurut ukuran partikel-partikelnya ditentukan oleh besarnya butiran tanah. Sehingga pengertian dan definisinya adalah perbandingan antara banyaknya liat, lempung dan pasir yang terkandung dalam tanah.

Badan Pertanahan Nasional mendefinisikan bahwa tekstur tanah adalah keadaan tingkat kehalusan tanah yang terjadi karena terdapatnya perbedaan komposisi kandungan fraksi pasir, debu dan liat yang terkandung pada tanah. Dari ketiga jenis fraksi tersebut partikel pasir mempunyai ukuran diameter paling besar yaitu 20.05 mm, debu dengan ukuran 0.05 0.002 mm dan liat dengan ukuran < 0.002 mm.

Maka dapat terjadi bahwa pada suatu tanah, butiran pasir merupakan penyusun yang dominan, pada kasus lain liat merupakan penyusun tanah yang terbesar. Sebaliknya pada tempat lain, kandungan pasir, liat dan lempung terdapat sama banyaknya.

Perbandingan tersebut akan mudah terlihat pada grafik segitiga


Gambar 6. Segitiga tekstur menggambarkan proporsi relatif pasir, lanau, dan lempung dalam berbagai jenis tanah.

SEGITIGA TEKSTUR
Tekstur tanah adalah proporsi relatif pasir, lanau, atau lempung dalam suatu tanah. Kelas tekstur tanah adalah pengelompokan tanah berdasarkan proporsi relatif ini. Tanah dengan tekstur paling halus disebut tanah lempung, sedangkan tanah dengan tekstur paling kasar disebut pasir. Namun, tanah yang memiliki campuran pasir, lanau, dan lempung yang relatif merata dan menunjukkan sifat-sifat dari masing-masing tanah disebut lempung. Ada berbagai jenis lempung, berdasarkan jenis tanah mana yang paling banyak terdapat. Jika persentase lempung, lanau, dan pasir dalam suatu tanah diketahui (terutama melalui analisis laboratorium), Kita dapat menggunakan segitiga tekstur untuk menentukan kelas tekstur tanah yang kita teliti.














Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRAKTIKUM DASAR DASAR ILMU TANAH_WARNA TANAH

Dasar Dasar Ilmu Tanah_Pengambilan Sampel Tanah Tak Terganggu